Memahami 9 Asmaul Husna : Sejarah Dan 99 Nama Allah(Asmaul Husna)

akucintaislami.com - Asmaul Husna merupakan nama nama allah SWT. yang agung nama nama yang baik milik Allah SWT. Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna (Arab: أسماء الله الحسنى, asmāʾ allāh al-ḥusnā‎) adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.


Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzatyang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala. 

Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad.

Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah

Sejarah Diturunkan Ayat tentang Asmaul Husna

Di dalam kitab asbabunnuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah melakukan shalat di Mekah dan berdoa dengan kata-kata: "Ya Rahman, Ya Rahim". kemudian Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. saat itu kamu musyrikin berkata, "Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! dia melarang kita menyeru dua Tuhan, dan ia sendiri menyeru dua Tuhan".

Dari adanya ucapan tersebut, turunlah Surat Al-Isra:110:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

 Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat mu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Q.S. Al-Isra:110)
Berdasarkan Surat Al-Isra:110, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah, menyebut nama Allah dan Ar-Rahman karena sepengetahuan mereka di daerah Yamamah ada orang yang mempunyai nama Rahman. Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110, hal tersebut mematahkan dugaan mereka (kaum musyrikin).  kemudian Pada ayat lain,

Allah SWT berfirman:

  وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (Q.S. Al-A’raf:180).

Memahami Sembilan Asmaul Husna

1.      Al-‘Aziz
Salah satu sifat Allah yang tergolong Asmaul Husna adalah Al-‘Aziz(yang maha perkasa). Segala yang dikehendaki Allah pasti terlaksana dan tak satupun makhluk yang dapat menghalanginya. Firman Allah sebagai berikut:

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ -١-

Artinya: Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja,Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
(al-jumu’ah:1)

 2.      Al-Gaffar
Allah zat yang Maha Pengampun, ampunan Allah diberikan kepada siapapun yang bersalah selama orang tersebut ingin bertaubat. Firaman Allah sebagai berikut:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى -٨٢-

Artinya: Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.( Taha:82)

3.      Al-Basit
      Artinya melapangkan Rezeki. Allah SWT senantiasa membentangkan Rahmatnya untuk menerima taubat hamba yang terlanjur berbuat dosa. Dia membentangkan rezeki atau memperbanyak rezeki yang dibutuhkan hambanya dan Ia pula mempersempit rezeki kepada hamba yang di kehendaki. Firman Allah sebagai berikut:

اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ -٢٦-

Artinya: Allah Melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia Kehendaki dan Membatasi (bagi siapa yang Dia Kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.(ar-ra’d:26)

4.      An-Nafi’u
      Artinya bermanfaat. Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang dikehendaki dan memberi manfaat atas sesuatu yang Ia kehendaki dari hambanya dan Ia pula memberi yang memberikan kerugian atas sesuatu. Firman Allah sebagai berikut:

وَالأَنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ -٥-

Artinya: Dan hewan ternak telah Diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.(an-nahl: 5)

5.      Ar-Rauf
      Artinya Yang Maha Pengasih. Kasih sayang Allah ditegaskan dalam firmannya:

وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ -١٤٣-         

Artinya: Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (al-baqarah: 143)

6.      Al-Barr
      Artinya Yang Maha Melimpahkan Kebaikan. Karena Allah Maha Pengasih, dia juga yang Maha melimpahkan kebaikan. Firmannya sebagai berikut:

فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ -٢٧- إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ -٢٨-

Artinya: Maka Allah Memberikan karunia kepada kami dan Memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dia-lah Yang Maha Melimpahkan kebaikan, Maha Penyayang.”(at-tur: 28)

7.      Al-Fattah
      Artinya Yang Maha Memberi Keputusan. Pada hari akhir kelak, Allah Swt. akan memutuskan perkara hamba-Nya, kemudian memasukan hamba ke Jannah atau Nar. Firmannya sebagai berikut.

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ -٢٦-

Artinya: Katakanlah, “Tuhan kita akan Mengumpulkan kita semua, kemudian Dia Memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.”(saba’: 26)

8.      Al-‘Adl
      Artinya Maha Adil. Keadilan Allah tidak dipengaruhi oleh nafsu sebagaimana manusia. Di akhirat kelak Allah juga berlaku adil. Firman Allah sebagai berikut:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ -٤٧-

Artinya: Dan Kami akan Memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami Mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang Membuat perhitungan.( al-anbiya’: 47)

9.      Al-Qayyum
      Artinya Yang Terus-menerus Mengurus. Allah tidak memerlukan bantuan dari siapapun dalam mencipta, mengatur dan memelihara alam semesta. Firman Allah sebagai berikut:

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ -٢٥٥-

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia.Yang Maha Hidup, Yang terus menerus Mengurus (makhluk-Nya),(al-baqarah: 255)

C.    Meneladani Sembilan Asmaul Husna

1.      Al-‘Aziz (Yang Maha Perkasa)
      Manusia tidak boleh pesimis tetapi selalu harus optimis dalam menghadapi persoalan hidup.

2.      Al-Gaffar (Yang Maha Pengampun)
Islam memberi tuntutan kepada umatnya agar mau memaafkan kesalahan orang lain, sebagai mana Allah juga mau memaafkan kesalahan umatnya.

3.      Al-Basit (Yang Maha Melapangkan Rezeki)
Diwujudkan dalam bentuk gemar menolong sesama manusia. Seperti menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang miskin, menyentuni anak ayatim, dan lain-lain.

4.      An-Nafi’ (Yang Memberi Manfaat)
      Setiap muslim hendaknya selalu berusaha agar keberadaannya di dunia menjadi orang yang berguna bagi lingkungannya.

5.      Ar-Rauf (Yang Maha Pengasaih)
Sikap hidup tolong menolong harus selalu di pupuk oleh setiap anggota masyarakat, jika belum mampu memberikan bantuan berupa barang atau uang, setidaknya menjaga diri agar tidak melukai hati orang lain, baik ucapan maupun perbuatan.

6.      Al-Barr (Yang Maha Melimpahkan Kebaikan)
Setiap manusia hendaknya menebarkan kebaikan dengan tulus kepada sesama manusia.

7.      Al-Fattah (Yang Maha Memberi Keputusan)
      Dalam menyelesaikan persoalaan pasti memerlukan keputusan, sebagai muslim atau muslimat putusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam.

8.      Al-‘Adl (Yang Maha Adil)
Persoalan hidup yang dihadapi manusia cukup beraneka ragam. Dalam menyelesaikan persoalan yang bersangkutan dengan orang lain harus dilakukan secara adil, tidak boleh menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.

9.      Al-Qayyum (Yang Terus-menerus Mengurus0
      Kita tidak boleh putus asa dalam menghadapi persoalan hidup. Kita harus tetap tegar dalam mencari penyelesaian masalah dan tidak boleh pesimis.

Ayat diatas mengajarkan kepada kita agar menyebut nama Allah SWT dengan nama kebesaranNya, yakni dengan asmaul husna.

99 Nama Allah(Asmaul Husna)

1.      Ar-Rahmaan: ( الرحمن ) Maha Pengasih.
2.      Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang.
3.       Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai/ Menguasai /Pemerintah.
4.       Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci.
5.       As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat.
6.       Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman / Pemelihara keamanan.
7.      Al-Muhaimin: ( المحيمن ) Maha Pelindung/Penjaga / Maha Pengawal serta Pengawas.
8.      Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia / Maha Berkuasa.
9.      Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa / Maha Kuat / Yang Menundukkan Segalanya.
10.   Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah / Maha Pelengkap Kebesaran.
11.  Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta.
12.  Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat / Maha Perancang / Maha Menjadikan.
13.   Al-Mushawwir: ( المصور ) Maha Pembentuk / Maha Menjadikan Rupa Bentuk.
14.  Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun.
15.  Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa.
16.  Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi / Maha Menganugerah.
17.  Ar-Razzaaq: ( الرزاق ) Maha Pengrezeki / Maha Pemberi Rezeki.
18.  Al-Fattaah: ( الفتاح ) Maha Membukakan / Maha Pembuka .
19.  Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui.
20.  Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut / Maha Penyempit Hidup / Maha Pengekang.
21.  Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan / Maha Pelapang Hidup / Maha Melimpah Nikmat.
22.  AI-Khaafidh: ( الخافض ) Maha Menjatuhkan / Maha Menghinakan / Maha Perendah / Pengurang.
23.  Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat / Maha Peninggi.
24.  Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati / Memuliakan / Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan.
25.  Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina / Pemberi kehinaan.
26.  As-Samii’: ( السميع ) Maha Mendengar.
27.  Al-Bashiir: ( البصير ) Maha Melihat.
28.  Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Menghukum / Maha Mengadili.
29.  Al-’Adl: ( العدل ) Maha Adil. Serta paling sempurna dalam keadilanNya itu.
30.  Al-Lathiif: ( اللطيف ) Maha Menghalusi / Maha Teliti / Maha Lembut serta Halus.
31.  Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada/  Maha Mengetahui.
32.  Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar / Maha Penyantun / Maha Penghamba.
33.  Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung.
34.  Al-Ghafuur: ( الغفور ) Maha Pengampun.
35.  Asy-Syakuur: ( الشكور ) Maha Pembalas / Maha Bersyukur.
36.  Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi Martabat-Nya / Maha Tinggi serta Mulia.
37.  Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar,.
38.  Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara Maha Pelindung / Maha Memelihara.
39.  Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi kecukupan/ Maha Pemberi Keperluan , baik yang berupa makanan tubuh ataupun makanan rohani.
40.  Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin / Maha Mencukupi / Maha Penghitung.
41.  Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur.
42.  Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah.
43.  Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti / Maha Pengawas Maha Waspada.
44.  Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mengabulkan.
45.  Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas Pemberian-Nya.
46.  Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana.
47.  Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta / Maha Menyayangi.
48.  Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia.
49.  Al-Ba’ithu: ( الباعث ) Maha Membangkitkan.
50.  Asy-Syahiid: ( الشهيد ) Maha Menyaksikan / Maha Mengetahui.
51.  Al-Haq: ( الحق ) Maha Haq / Maha Benar.
52.  Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Pentadbir / Maha Berserah / Maha Memelihara penyerahan.
53.  Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat / Maha Memiliki Kekuatan.
54.  Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh / Maha Kukuh atau Perkasa / Maha Sempurna Kekuatan-Nya.
55.  Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi.
56.  Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji.
57.  Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Menghitung  / Maha Penghitung.
58.  Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai/Pemula / Maha Pencipta dari Asa.
59.  Al-Mu’iid: ( المعيد ) Maha Mengulangi / Maha Mengembalikan dan Memulihkan.
60.  Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Menghidupkan.
61.  Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan.
62.  Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup.
63.  Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya.
64.  Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu / Maha Menemukan.
65.  Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia.
66.  Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.
67.  Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.
68.  Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan / Maha Diminta / Yang Menjadi Tumpuan.
69.  Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/ Maha Kuasa / Maha Berupaya
70.  Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.
71.  Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan / Maha Menyegera.
72.  Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan / Maha Mengakhirkan / Maha Membelakangkan / Maha Melambat-lambatkan.
73.  Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan  / Maha Pertama.
74.  Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan / Yang Akhir,.
75.  Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha Zahir / Maha Nyata / Maha Menyatakan
76.  Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi.
77.  Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai / Maha Menguasai Urusan / Yang Maha Memerintah.
78.  Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/Tinggi.
79.  Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan / Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan) / Yang tidak sedikit membuat kebajikan.
80.  At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat.
81.  Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penyiksa / Yang Maha Menghukum.
82.  Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf / Yang Maha Pengampun.
83.  Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih / Maha Mengasih.
84.  Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan  / Maha Menguasai kerajaan / Pemilik Kedaulatan Yang Kekal.
85.  Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan  / Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
86.  Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili / Maha Saksama.
87.  Al-Jaami’: ( الجامع ) Maha Mengumpulkan / Maha Pengumpul.
88.  Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya / Maha Kaya serta Serba Lengkap.
89.  Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan / Maha Mengkayakan dan Memakmurkan.
90.  Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela atau Maha Menolak / Maha Pencegah.
91.  Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat / Maha Pembuat Bahaya  / Maha Pemberi bahaya
92.  An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat.
93.  An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya  / Maha Bercahaya.
94.  Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk / Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk.
95.  Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah / Tiada Bandingan  / Maha Pencipta yang baru.
96.  Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal
97.  Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Membahagi / Maha Mewarisi  / Maha Pewaris.
98.  Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Cendekiawan / Maha Pandai / Bijaksana / Maha Memimpin
99.  Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar.


loading...
Loading...

Subscribe to receive free email updates: