Rumah Tangga Tanpa Ranjang..!!! Begini Penjelasannya

akucintaislami.com - Sekilas saja, wanita ini dapat menarik pandangan dan hati laki-laki normal yang memandangnya. Satu keindahan yang didapatkan oleh Allah Ta’ala melekat dalam dirinya, terlebih saat mengenakan pakaian iman yang menjulur, membungkus semua bagian badan kecuali muka dan ke-2 telapak tangannya.

Tetapi, tiada yang menganggap kalau wanita ini mendapati ujian yang tidak ringan. Walau suaminya normal dan tampan dan gagah, namun kecantikan si wanita seakan tidak mempan di depan suaminya. “Saya lupa, ” tuturnya sampaikan cerita yang kami riwayatkan dari pihak kedua, “kapan terakhir kali suami menyentuh saya. ”

Dalam hitungan jenak, setelah mengaku tidak lagi berpelukan, berciuman, dan hubungan suami-istri yang lain, dia memungkasi, “Sekitar lima tahun waktu lalu. Itu terakhir kalinya suami melakukan kewajiban biologisnya pada saya. ”

Sepanjang itu juga, si wanita berusaha melakukan banyak rayuan sampai berinisiatif untuk memberikan sentuhan dan hubungan lain yang mengantarkan padamenu paling utama. “Saya putus harapan. Semua tidak berhasil. Hingga saya malu dan trauma. ” akunya. Sedih.

Dahulu, Umar bin Khaththab pernah menyampaikan satu kalimat yang agung. Beliau menuturkan, seringkali ‘memaksa’ diri untuk berhubungan dengan istrinya untuk lahirnya keturunan yang meninggikan kalimat Allah Ta’ala di muka bumi ini.

Beliau juga memberi batasan waktu bagi pasukannya yang ada di medan jihad. Pasukan-pasukannya tidak boleh bertugas lebih dari enam bulan, sebab selama itulah seseorang wanita dapat bertahan untuk tidak disentuh oleh suaminya.

Apa yang dialami oleh si wanita dalam awal tulisan ini dialami pula oleh wanita-wanita lain di banyak tempat. Ada demikian banyak oknum yang disebut pengecut sebab tidak berlaku kestaria pada istrinya. Terlebih dia dapat, sehat, dan tidak memiliki alasan syar’i untuk tidak menyentuh istrinya.

Sebaiknya seseorang lelaki berlaku jantan. Jika memang tidak ingin lagi karena bosan, selekasnya saja ceraikan. Jangan biarkan si wanita ada dalam galau dan kegersangan jiwa karena hubungan suami-istri menduduki peran yang utama dalam menjaga kesucian diri dan ketenangan jiwa seseorang wanita dan laki-laki.

Mirisnya lagi, banyak juga wanita yang berlaku sekian. Mereka berdalih banyak hal supaya tidak berhubungan dengan suaminya. Konyolnya, banyak diantara mereka yang berdalih, “Malas mandi. ” Innalillahi…

sumber: Wallahu a’lam. Pirman/Keluargacinta
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: