Subhanallah, Ini Tips Sukses Berdagang Ala Rasulullah

akucintaislami.com - Jika tahapan usaha Anda terhenti sebab ketiadaan modal, maka Anda salah besar. Perlu Anda ketahui bahwa modal atau duit bukanlah urusan utama yang menjadi penggerak roda perniagaan. Rasul mengawali bisnis dengan bermodalkan Lillah, keyakinan dan keahlian. Lewat 3 modal inilah bisnis Rasul berkembang pesat yang mulanya melulu sebagai pekerja lantas menjadi empunya dan investor.

Perjalanan bisnis Rasul mengindikasikan bahwa beliau merupakan seorang pengusaha yang handal dalam strategi penjualan dan pemasaran di zamannya. Bahkan salah seorang pedagang kaya -yang besok menjadi istrinya- tertarik untuk mengerjakan investasi menitipkan barang barang-barang untuk dipasarkan oleh beliau.

Kesuksesan beliau dalam berbisnis bukan tidak barangkali ditiru oleh anda di masa sekarang. Rasulullah SAW tidaklah memberikan misal kecuali kepada ditiru dan diikuti. Untuk tersebut wahai semua usahawan muda ayo sejenak anda simak bagaimana meraih berhasil dengan berniaga ala Rasul.
Dalam perniagaannya Rasulullah merealisasikan prinsip bisnis sebagai berikut:

1. Usaha merupakan ladang menjemput syurga

Hidup merupakan amal shaleh. Prinsip ini tidak jarang kali diterapkan Rasul dalam segala aspek kehidupan tergolong dalam berdagang. Sehingga dalam berbisnis tidak melulu keuntungan keduniaan yang diburu namun deviden akherat yang lebih diutamakan.

Praktek dagang ala Rasul paling jauh bertolak belakang dengan praktek banyak sekali pedagang ketika ini yang melulu mementingkan deviden duniawi. Padahal kita wajib ingat bahwa kehidupan dunia hanyalah kesukaan sementara yang bakal segera ditingggalkan. Bahkan jika dikomparasikan dengan lamanya masa-masa akhirat anda hidup di dunia ini mungkin melulu sehari atau bahkan 1/2 hari saja.

Apa anda rela mendapat  murka Allah yang abadi besok dikarenakan kita memburu materi dunia yang sedikit? Apakah anda akan menuruti prinsip usaha “cari yang haram saja susah lagipula cari yang halal”? Sehingga anda berani terang-terangan menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah SWT.

2. Kejujuran merupakan aset meraih kepercayaan

Rasulullah sangat mengkhususkan kejujuran dalam mengerjakan transaksi perdagangan. Sudah semestinya kalau gelar Al-amin disandangkan di belakang nama beliau. Padahal di masa tersebut praktek kecurangan semua pedagang beda begitu merajalela.

Rasulullah SAW tidak ikut ke dalam arus kotor tersebut, namun berani tampil lain melawan arus asalkan sedang di pihak yang benar. Di tengah-tengah saudagar curang, hadir seorang saudagar jujur sampai-sampai tidak heran pelanggan langsung tertarik padanya.

Salah satu praktek nyata dari sifat jujur itu yakni beliau menerangkan situasi barang yang dipasarkan sesuai dengan aslinya. Beliau menyebutkan keunggulan barang yang memang bagus dan menyebutkan kelemahan barang yang memang jelek sampai-sampai harga jual dicocokkan dengan kualitas barang.

Jika pelanggan menanyakan harga modal barang, beliau pun mau menjelaskan dengan jujur. Rasulullah tidak memungut untung yang berlebih ketika berniaga sehingga harga modal barang dengan harga jual barang tidak terlampau jauh berbeda.

3. Memenuhi janji merupakan aset mengawal kepuasan pelanggan

Memenuhi janji merupakan salah satu ciri orang-orang yang beriman sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

                                                                                                                       يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

“Wahai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad….” (Al-Maidah: 1)

Dalam dunia perniagaan Nabi Muhammad selalu memasarkan kualitas barang cocok dengan yang dijanjikan. Selain tersebut dalam pemasaran juga beliau tidak jarang kali mengirim barang yang dipesan tepat waktu. Disamping urusan itu, beliau tidak pernah mencurangi konsumen dengan teknik mengurangi dosis dan timbangan. Beliau tak pernah tidak mempedulikan pelanggan merasa ditipu dan kesudahannya kecewa.

Inilah strategi yang jitu kepada meraih keyakinan pelanggan. Pelanggan yang merasa puas tentunya bakal menyebarluaskan rasa puasnya itu terhadap orang beda tanpa kita mohon sekalipun, khususnya orang-orang yang dekat dengannya. Pemasaran dari mulut ke mulut adalah teknik pemasaran yang efektif sebab berita yang terbit dari rekan dekat bakal lebih diandalkan  daripada berita yang dikatakan brosur.

Dengan mengisi janji, maka kepuasan pelanggan bakal terjaga sampai-sampai pelanggan tidak bakal lari ke saudagar lain. Cobalah merealisasikan 3 prinsip ini dalam usaha bisnis Anda. Insyaallah, Anda pun bakal meraih berhasil sebagaimana kesuksesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berdagang.
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: