Subhanallah, Ini Amalan yang Dapat Mengalahkan Pahala Orang yang Mati Syahid


akucintaislami.com - Ini merupakan hadits yang amat indah, dimana kita hendak belajar darinya setelah itu mempraktekkannya, insya allah.

terdapat 2 orang yang mendatangi rasulullah saw. mereka berangkat kepada dia buat jadi muslim. mereka berdua masuk islam di hari yang sama. yang satu beramal lebih banyak di jalur allah dibandingkan yang satunya lagi, dalam berdakwah, jihad dan juga sebagainya, sampai - sampai orang itu mati syahid. temannya yang satunya, ia wafat setahun setelah itu, dan juga meninggalnya biasa aja, bisa jadi di tempat tidur ataupun sebagainya.

talha bin ubaidillah, seseorang teman rasul yang amat sholeh bermimpi. di dalam mimpi itu ia memandang pribadinya seorang diri, “aku berposisi di depan gerbang surga dan juga saya memandang 2 orang ini yang jadi muslim. dan juga setelah itu terdapat malaikat keluar dari surga dan juga memasukkan orang yang wafat baru - baru, ke dalam surga lebih dahulu. setelah itu barulah si malaikat keluar dan juga memasukkan temannya yang mati syahid di dunia. setelah itu si malaikat berangkat buat ketiga kalinya, dan juga memberitahuku, “talha, kembalilah, waktumu belum datang. ”

talha juga terbangun, ia begitu kaget dan juga takjub. ia mulai menggambarkan mimpinya kepada orang - orang. ia berangkat kepada rasulullah saw. rasulullah memberitahunya, “wahai talha, mengapa kau kaget? ”

ia mengatakan, “wahai rasulullah, seseorang syahid, seseorang syuhada, yang mempunyai derajat amat besar, ia masuk surga, sehabis orang biasa yang wafat setahun sesudahnya? ” subhanallah.. “bagaimana ini terjalin ya rasulullah? ” (talha tidak meringik kepada allah. dia cuma mau ketahui apa yang telah orang itu jalani sampai - sampai dapat masuk surga lebih dahulu, karna talha memiliki mimpi besar, harapan dan juga cita - cita. jadi ia pastinya mau, insya allah, mengejar whatever yang orang itu jalani sampai - sampai dapat masuk ke surga lebih dahulu).

saat sebelum melanjutkan tentang hadits ini, buat lebih perinci menarangkan apa yang talha rasakan, gimana derajat orang yang syahid sampai - sampai talha berpikir kalau sepatutnya orang syahid yang masuk surga lebih dahulu? kedua, mengapa berarti untuk talha tentang siapa yang masuk surga lebih dahulu, bila keduanya pada kesimpulannya masuk surga? demi allah, ini amat berarti.

kesatu, derajat orang yang syahid. rasulullah saw bersabda kalau allah hendak merahmati orang yang syahid dengan 6 keistimewaan. yang kesatu, dengan tetes darah kesatu yang menetes dari badan mereka, hingga allah hendak menghapuskan seluruh dosa mereka, dan juga mereka mampu memandang tempat mereka di surga. kedua, allah swt menjanjikan mereka kalau mereka tidak hendak disiksa dalam kubur. ketiga, mereka tidak hendak cemas kala orang - orang begitu cemas dan juga berlarian di hari kiamat. keempat, mereka hendak dikasih mahkota kehormatan dan juga kemuliaan, al - wiqar, dengan begitu banyak permata yang menghiasinya yang salah satunya aja lebih berharga daripada segala dunia beserta isinya. kelima, mereka pula hendak dikasih pendamping yang amat menawan/tampan yang diciptakan allah. dan juga yang terakhir, mereka mampu berikan syafaat kepada 70 anggota keluarga mereka. betul - betul kehormatan! allahu akbar!

jadi saat ini kita ketahui mengapa talha begitu kaget? subhanallah!

perihal lain yang pula jadi persoalan merupakan mengapa berarti siapa yang masuk surga lebih dahulu? ini benar amat berarti. coba kita amati, orang - orang terlebih lagi silih berdesakan dan juga berlarian buat memperoleh iphone terkini, “aku tidak mau jadi yang kedua, saya mau jadi yang kesatu; mengambil photo, mengetik tweet, ” sementara itu ini perihal duniawi. orang - orang hingga bermalam di depan bioskop buat menyaksikan film terkini yang keluar. subhanallah. bukankah kita nyatanya lebih bergairah buat jadi yang kesatu memeluk utusan allah, buat jadi yang kesatu memandang allah swt? terlebih lagi rasulullah saw bersabda, kalau kelompok yang kesatu di surga lebih indah daripada kelompok kedua yang masuk surga. mengapa? kelompok kesatu, keelokan mereka serupa bulan. kelompok yang kedua pula memiliki muka dan juga badan yang menawan/tampan, tetapi keindahannya serupa bintang amat cerah.

jadi ini amat mempengaruhi. ayo kita jadi bercita - cita dan juga mencari ketahui apa yang orang itu jalani, sampai - sampai buatnya mencapai tingkatan itu?

rasulullah saw bersabda, “talha, kau kagum? ”

talha mengatakan, “ya. ”

rasulullah bertanya padanya dan juga inilah jawaban indahnya.

dia bersabda, “wahai talha, bukankah orang yang wafat setelah itu itu hidup satu tahun lebih lama dibandingkan yang syahid? ”

talha mengatakan, “ya, benar. ”

dia bersabda, “bukankah ia melihat penuh ramadhan dan juga beribadah lebih banyak? ”

talha mengatakan, “ya, benar rasulullah. ”

rasulullah saw bersabda kalau karna ia melihat ramadhan dan juga beribadah lebih banyak, itu membikin perbandingan antara pribadinya dan juga yang mati syahid, seperti langit dan juga bumi.

subhanallah! betapa ini membikin kita jadi penuh harapan; kalau satu ramadhan dapat membuat kamu melampaui yang syahid, dapat membuat kamu melampaui orang yang hafiz quran, bila kalian mendekat kepada allah dengan ikhlas.

rasulullah saw bersabda, “barangsiapa bangun di malam hari buat beribadah pada allah, dengan 2 ketentuan; ialah iman dan juga harapan penuh hendak pahala dari allah, seluruh dosanya hendak diampuni. ”

jadi bisakah kita berjanji pada diri seorang diri, kalau kita tidak hendak menyiakan satu malam juga di bulan ramadhan. sehabis isya, saat sebelum subuh, ialah kalian hendak shalat qiyamul lail yang amat diajarkan, sampai - sampai kita dapat mencapai pahala itu. kita tidak hendak melupakan satu malam juga di bulan ramadhan tanpa qiyamul lail, baik di masjid ataupun di rumah, insya allah. [syahida. com/anw]

====

hadits yang disebutkan di atas, dapat ditemui dalam:

1) musnad imam ahmad dan juga diklasifikasikan bagaikan hadits sahih oleh imam ahmad

2) sahih ibn hibban dan juga diklasifikasikan bagaikan hadits sahih oleh ibn hibban

3) sahih ibn majah dan juga diklasifikasikan bagaikan hadits sahih oleh imam al - albani

=====

Sumber: syahida.com

loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: