Etika yang Harus Diterapkan Ketika Menjadi Tamu Allah


akucintaislami.com - Bulan haji telah tiba. Saat ini seluruh umat muslim di seluruh dunia yang telah mendapatkan panggilan untuk mengunjungi rumah Allah dengan cara berhaji telah berada di Arab Saudi untuk melaksanakan serangkaian rukun haji.

Walaupun beberapa waktu yang lalu sempat terjadi sebuah tragedi akibat cuaca ekstem yang mengakibatkan sebuah crane jatuh dan menimpa beberapa jamaah calon haji hingga memakan korban jiwa, namun antusiasme masyarakat untuk tetap meluruskan niatnya berhaji tak juga pupus.

Hal inilah yang harus menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh umat muslim di berbagai penjuru dunia, bahwa Allah memiliki kekuasaan untuk melakukan apapun dan di mana pun, tak terkecuali di tempat di mana seluruh umatnya tengah melakukan ibadah. Tentu tersimpan banyak hikmah dibalik peristiwa yang sangat memilukan tersebut.

Meninggalkan tragedi crane di Masjidil Haram, berikut ini ada beberapa etika yang seharusnya diterapkan oleh setiap jamaah calon haji ketika berada di tanah suci. Di sana memang banyak sekali hal hal yang dilarang, sekaligus banyak pula perbuatan perbuatan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Etika di Tanah Suci

Yang pertama adalah, sebaiknya antara jamaah perempuan dan jamaah laki laki menempati shaf yang berbeda di saat melakukan ibadah di masjidil haram. Walaupun pada kenyataanya banyak dijumpai jamaah laki laki dan perempuan berada pada shaf yang sama, namun alangkah lebih baik jika setiap jamaah berusaha untuk tidak berada pada satu shaf yang sama dengan jamaah lain yang bukan mukhrim.

Etika yang kedua harus dilakukan adalah tidak melakukan setiap rangkaian rukun haji secara tergesa gesa dan terkesan memaksakan diri. Seperti misalnya pada saat melakukan tawaf atau pun sa’i. Sebaiknya menghindari aksi desak desakan dan melakukannya secara baik sesuai dengan tuntunan yang dianjurkan.

Yang ketiga adalah etika yang juga sebaiknya dilakukan di semua masjid, yaitu mematikan alat komunikasi seperti ponsel dan sebagainya di saat masuk ke Masjidil Haram atau masjid lain di tanah suci. Sehingga dengan demikian tidak akan ada hal hal yang dapat mengganggu konsentrasi saat melaksanakan ibadah.

Sumber: www.beritamuslim.com
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: