Bayi Cantik di Gerobak Satai Jadi Rebutan


akucintaislami.com - Misteri siapa orangtua bayi cantik yang dibuang di gerobak satai komplek Pasar Induk Brebes pada Jumat 2 Juni 2017 lalu hingga kini belum juga terkuak. Diduga kuat bayi perempuan tersebut dibuang oleh orangtuanya sendiri karena merupakan hasil hubungan gelap.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan warga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Banyak yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Sejumlah warga mengaku telah menghubungi pihak rumah sakit dan ingin mengadopsinya.

Lusi Indira Isni (35), warga Kelurahan Brebes, merasa prihatin dan kasihan kepada si bayi. Dia menyatakan pihaknya ingin mengadopsi bayi tersebut.

"Jika memang tidak ada yang mengakui serta orangtua dari bayi dan tidak menginginkan adanya bayi itu, saya siap mengadopsi dan merawatnya," ucap Lusi Indira Isni, Senin (5/6/2017). Meskipun telah memiliki seorang bayi cantik juga, Lusi mengaku ingin memiliki momongan lagi dan merawat bayi cantik itu hingga tumbuh dewasa.

"Saya sangat prihatin, kenapa bisa bayi yang tak berdosa dibuang seperti itu. Kalau waktu bisa mundur, saya harap orang tua bayi itu datang ke rumah saya untuk menyerahkan baik-baik anak itu agar saya rawat. Kalau malu, ya diletakkan saja di teras rumah saya," kata perempuan yang juga Kasubag Humas Pemkab Brebes itu.

Keinginan serupa juga dilontarkan Wakil Bupati Brebes, Narjo. Ajudannya, Robby Mahardika, menjelaskan bahwa wakil bupati ingin mengadopsi bayi tersebut.

"Ya memang pak wakil siap untuk mengasuh bayi itu," ucap Robby Mahardika.

Ia mengatakan, Wakil Bupati Narjo tak mau gegabah dalam mengambil alih hak asuh anak tersebut.

"Bapak tetap menunggu, barangkali orang tua aslinya terketuk pintu hatinya dan mengambil bayi itu lagi," kata dia.

Ajudan Wakil Bupati itu diperintahkan oleh Narjo untuk menengok bayi mungil di RSUD guna memastikan bahwa bayi yang akan diadopsinya dalam kondisi yang baik dan sehat.

"Datang ke RSUD saya diperintah Bapak untuk melihat bayi ini secara langsung," katanya.

Sebelumnya, Narjo sempat menanyakan kondisi itu kepada Direktur RSUD Brebes drg. Oo Suprana terkait bayi tanpa identitas tersebut.

"Surat adopsi sudah siap di Dinas Sosial, tinggal tanda tangan saja, tapi tetap menunggu penyelidikan dari polisi sampai waktu tertentu yang ditetapkan," jelasnya.

Sedangkan, Tulus seorang warga Kota Tegal juga sangat mengharapkan dapat mengadopsi bayi perempuan tersebut.

"Saya minta tolong didaftarkan ke Dinsos siap mengadopsi bayi itu. Dan juga untuk prosedurnya segera saya lengkapi kalau memang ada harapan dan peluang mengadopsi," ucap Tulus.

Hingga kini polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) dan Polsek Brebes Polres Brebes masih menyelidiki pelaku pembuangan bayi perempuan di komplek Pasar Induk Brebes.

Kasat Rekrim AKP Arwansa mengungkapkan pihaknya masih terus menyelidiki temuan bayi perempuan yang sempat bikin heboh warga sekitar pasar Brebes.

"Saat ini kita masih memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi terus mengumpulkan informasi adanya ibu-ibu yang baru melahirkan. Nantinya pembuang bayi akan dijerat hukum pidana yang berlaku.

Penemuan bayi pertama kali sekitar pukul 04.30 WIB. Abdullah, salah seorang saksi, menuturkan ketika anaknya keluar untuk mengambil air wudu, mendengar ada tangisan bayi. Setelah dilihat ternyata ada bayi berada di gerobak satainya.

Saat ditemukan, bayi diletakkan dalam sebuah kardus minuman dan masih terdapat tali pusar. Diperkirakan bayi yang baru dilahirkan ini sengaja dibuang oleh ibunya.

Petugas dari Polres Brebes yang mendapat laporan segera menuju ketempat kejadian. Petugas yang datang bersama Dokpol (Dokter Kepolisian) segera membawa bayi dengan berat 2,9 kg dan panjang 47 cm tersebut ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Tak hanya warga dan masyarakat saja yang menyampaikan kesiapannya untuk mengadopsi bayi perempuan tersebut. Sejumlah aparat juga menginginkan mengadopsi bayi yang dibuang oleh orang tuanya itu.[liputan6]
loading...
Loading...

Subscribe to receive free email updates: