Wanita Sahalehah Adalah Wanita Yang Menyadari Bahwa Dunia Adalah Ladang Akhirat


akucintaislami.com - Ketika berbicara tentang wanita shalehah tentu yang tergambar pertama kali didalam otak adalah sosok wanita yang berpakaian serba lebar, padahal wanita shalehah yang sebenarnya bukan hanya dilihat dari pakaian semata.

Tetapi dilihat dari sikap dan perilakunya yang selalu terjaga dengan akhlaq, hatinya yang selalu dengan iman, menjadikan malu sebagai pengendali dirinya dalam melangkah, dan menjadikan ilmu Allah sebagai pegangan hidup untuk terus membenahi diri menuju negeri akhirat.

Karena wanita shalehah tahu dan menyadari bahwa dunia adalah ladang akhirat, maka pantas saja jika ia begitu bijaksana dalam menjalani hidup dan menjaga dirinya.

Sebab ia sadar di dunia abadi yang sesungguhnya kelak semua yang dilakukannya sekarang akan menjadi pertanggung jawaban yang berat didepan yang menciptakan-Nya. Ia Yang Tidak Mengekor Pada Keterbelakangan Dan Tidak Pula Membabi Buta Pada Setiap Kemajuan Yang Ditawarkan Ia tahu betul bagaimana caranya menjalani hidup ditengah-tengah keadaan dunia yang semakin panas oleh peradaban manusia yang tak karu-karuan, sebab ia punya berpegang teguh pada jalan yang dihaturkan oleh Allah melalui ilmu dan imannya. Ia mengerti bahwa hidup didunia ini adalah pengembaraan semata, ia juga tahu bahwa hidup adalah untuk mengabdi pada-Nya semata, dan akhirat adalah lebih baik dari semua kenikmatan dunia.

Sebab itulah mengapa ia tidak pernah ikut arus dalam perkemabangan dunia yang menggiurkan, karena ia sadar betul tugasnya sebagai khalifah dibuminya Allah ini. Tetapi meski ia tidka pernah tergiur dengan perkembangan dunia yang melenakan ini, disatu sisi ia menjadi sosok wanita yang mau terus belajar, dan tidak merasa hebat dengan apa yang telah dicapainya selama ini.

Iya, dia memang bukan orang yang lunak nafsu untuk menyemarakkan keadaan dunia yang semakin hari semakin tidak karu-karuan ini, tetapi ia selalu mempunyai tekad untuk terus membuat dirinya berkulaitas dimasa depan dengan terus tak jenuh mempelajari suatu ilmu. Sebab ia mengerti sejatinya sosok wanita akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya kelak, maka dari itu asanya tak pernah termakan oleh kata malas ataupun jenuh.  Ia selalu bersemangat mempelajari berbagai macam ilmu yang sekiranya membuat keadaan dirinya dimasa depan semakin berkualitas menjadi seorang wanita. Namun, disisi lain ia harus tetap wasapada dengan kemajuan dunia yang ditawarkan dengan begitu megahnya, sebab itulah mengapa ia selalu meletakkan Allah dihati, agar hati yang dimilikinya selalu terlimpahi hidayah-Nya.

Karena dari limpahan hidayah tersebut ia akan mampu terus menerus menyadari tanggung jawabnya sebagai khalifah dibumi, dengan sentuhan kasih sayang Allah itulah ia mampu selalu menyadari bahwa dunia hanya ladang akhirat, sehingga berbuat baikpun selalu menjadi bekalnya dalam membawa diri menuju negeri akahirat.[Sumber]

loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: