Hati Istri Hancur Saat Suami Bilang Lembur Kerja, Ternyata...


akucintaislami.com - Dalam sebuah hubungan, kejujuran dan kepercayaan merupakan elemen yang sangat penting dalam menjamin keharmonisan rumah tangga. Namun, salah satu pasangan diharapkan tidak mengambil kesempatan atas kepercayaan yang diberikan dengan berbuat curang.

Seperti kisah rumah tangga yang diceritakan kembali oleh laman Facebook Kisah Rumah Tangga berikut.

Ini adalah kisah seorang istri yang dikhianati suami yang selingkuh dengan rekan kantornya sendiri.

Zina Seolah Kewajiban Mereka Berdua
Aku sangat mencintai suamiku, meski dia bukan cintaku yang pertama. Awal pernikahan segalanya indah. Dia menjanjikan bulan dan bintang. Setia sampai ke akhir hayat. Aku sangat percaya.

Demi Allah aku pun juga sangat mencintainya. Justru Allah menguji aku dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh suami. Allahu Akbar.

Selama menjadi 'kekasih' halalnya, dia ternyata juga punya kekasih gelap di luar sana. Seorang rekan kerjanya di kantor.

Suatu hari, suami terlelap. Dia lupa matikan ponselnya yang terus bergetar. Hati ini tergerak ingin melihat sebab dada ini tiba-tiba terasa berdebar.

Saat aku tengok, ternyata pesan WhatsApp dari seorang perempuan. Tapi nama yang dia simpan itu seorang pria!

Mustahil seorang pria ajak suamiku hisap 'benda bagian atas dan bawahnya'. Aku gulir ke bawah semua pesan WhatsApp dari perempuan itu dan suamiku.

Ya Allah, ada gambar telanjang mereka, gambar perzinaan mereka. Bahkan ada pesan suara mereka berzina. Hancur luluh hatiku. Aku langsung terduduk lemas.

Aku tak sangka suami yang aku percaya iblis rupanya. Dia sudah terlalu jauh tersesat. Terlalu asyik menumpuk dosa besar. Zina sudah jadi kewajiban buat mereka berdua.

Dan dosa mereka ini sudah berlangsung sejak setahun lalu, ketika aku baru bergelar istri!

Selama ini aku tumpahkan kepercayaan yang penuh kepada suami. Aku selama ini percaya dia sering pulang terlambat karena lembur. Tapi rupanya lembur untuk berzina!

Apa Salahku? Apa Kekuranganku?
Mulai saat itu, aku tetap bersikap biasa. Dan suami pun terus dengan sandiwaranya. Memang dia layak dapat Grammy Award.

Hingga suatu hari, aku mengajak empat orang teman baikku ke kantor suami. Dua pria dan dua perempuan. Aku pergi tanpa pengetahuan suami.

Sampai sana, aku langsung menanyakan nama perempuan itu. Kutunjukkan juga gambarnya yang dikirim kepada suamiku sebagai bukti. Akhirnya, aku bertemu empat mata dengan perempuan itu. Aku lihat ekspresi terkejut pada wajahnya yang bermake-up tebal itu.

Tanpa banyak cakap, aku tarik tangannya. Dia dan staf yang lain keheranan. Terus kubawa perempuan itu ke meja suamiku sambil diikuti kawan-kawanku dan staf lainnya.

Segala pertanyaan yang diajukan perempuan itu kepadaku tidak aku jawab. Aku tutup telinga rapat-rapat.

Di hadapan suamiku, dengan tenang sambil disaksikan oleh semua orang, aku berkata, " Saya tunangkan kekasih abang ini untuk abang. Supaya kalian tidak terus terjerumus ke lubang zina."

Suamiku gemetar. Sesaat kemudian dia menangis dan berlutut di depanku!

" Maafkan abang, sayang. Abang salah," suamiku memohon di hadapanku.

" Apa salah saya? Apa kurang saya? Apa dosa saya hingga abang sampai hati menipu saya. Mengkhianati saya," kataku penuh emosi kepada suami.

Jijik Lihat Suami
" Sayang sudah cukup sempurna," kata suamiku.

" Bohong! Kalau saya ini sudah cukup sempurna, mengapa abang khianati saya. Kalau hanya pacaran saya masih terima. Tapi kalian hanya kurang akad nikah saja. Karena kalian sudah bergaul macam suami-istri. Terus terang, saya jijik dengan abang!" kataku ketus.

Hatiku sudah amat terluka, tak mungkin terbujuk oleh pengkhianatan sebesar itu. Aku pun minta izin untuk pulang ke rumah orang tuaku.

Air mataku jatuh saat mencium tangannya ketika pamit menuju rumah orang tuaku.

" Abang takkan tahu, betapa sakit hati yang terluka ini. Betapa pedihnya cinta yang dikhianati ini."

Setahun sudah berlalu. Sekarang aku bahagia, lebih dari sebelumnya. Ternyata ada rahasia dan hikmah mengapa Allah tidak memberikan keturunan kepadaku.

Sekarang aku menempuh pendidikan Ph. D di sebuah universitas. Alhamdulillah. Sementara mantan suamiku sekarang depresi dan minta kembali kepadaku.

Tapi itu tidak mungkin lagi karena aku tidak akan menjilat lidahku kembali.

(Sumber: ohbulan.com)
loading...
Loading...

Subscribe to receive free email updates: