Mari Belajar dari Penyakit Jupe, Kenali 4 Gejala Kanker Serviks Berikut Pencegahannya


akucintaislami.com - Kita ikut prihatin atas penyakit kanker serviks yang saat ini diderita aktris kondang Julia Perez. Perlu diketahui, kanker serviks umumnya muncul pada wanita yang aktif secara seksual, yaitu usia 30 - 45 tahun.

Diperkirakan di Indonesia muncul 40 - 45 kasus baru setiap hari dan 20-25 meninggal karena kanker serviks.

Kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV dan terjadi pada leher rahim yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina.

Jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18, menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks.

Kenali Gejalanya

Kita ikut prihatin atas penyakit kanker serviks yang saat ini diderita aktris kondang Julia Perez. Perlu diketahui, kanker serviks umumnya muncul pada wanita yang aktif secara seksual, yaitu usia 30 - 45 tahun.

Diperkirakan di Indonesia muncul 40 - 45 kasus baru setiap hari dan 20-25 meninggal karena kanker serviks.

Kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV dan terjadi pada leher rahim yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina.

Jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18, menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks.

Kenali Gejalanya
Gejala kanker serviks tak selalu terlihat jelas. Seringkali gejalanya tampak ketika sudah masuk stadium akhir.

Berikut beberapa gejala kanker serviks yang bisa muncul:

1. Perdarahan abnormal dari vagina. Biasanya terjadi usai hubungan intim di luar masa haid.

2. Muncul cairan dari vagina yang berbau, warna merah muda, cokelat, pucat atau mengandung darah.

3. Sakit bila berhubungan intim.

4. Siklus haid berubah tanpa tahu penyebabnya.

Berikut cara penanganan dan pencegahan kanker serviks:

Kanker serviks dapat diobati dengan jalan operasi bila terdiagnosis pada tingkat awal. Bila kasus lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya (histerektomi).

Radioterapi menjadi upaya alternatif di stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi dilakukan beriringan dengan tindakan operasi.

Untuk kasus stadium lanjut, dilakukan metode kombinasi, kemoterapi dan radioterapi.

Untuk pencegahannya bisa dengan vaksinasi bivalen untuk mencegah infeksi HPV 16 dan 18, serta Pap Smear sebagai skrining kanker serviks.

Penulis: Hilman Hilmansyah

sumber: beradab.com
loading...
Loading...

Subscribe to receive free email updates: