Inilah Tiga Kondisi yang Membuat Suami Memperoleh Pahala Jihad


akucintaislami.com - Dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami memegang tanggung jawab yang cukup besar terhadap istri dan anak-anaknya. Bahkan dikatakan bahwa setelah menikah dosa istri menjadi tanggung jawab suami.Oleh sebab itulah, seorang suami harus bisa menjaga keluarganya dari hal-hal tidak baik yang bisa membawanya pada kemurkaan Allah SWT.

Akan tetapi dibalik beratnya tugas dan tanggung jawab seorang suami, ternyata  ada tiga kondisi yang membuatnya mendapatkan pahala jihad. Dimana kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW.   Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ath-Tabrani bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika mereka melakukan tiga hal ini, maka ia terhitung jihad fi sabilillah." Lantas apa saja tiga kondisi tersebut ? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Keluar rumah menjemput rezeki bagi istri dan anaknya yang masih kecil

Kondisi pertama yang membuat seorang suami mendapatkan pahala jihad adalah saat ia keluar rumah menjemput rezeki untuk istri dan anaknya.  Ada cukup banyak orang yang merasa takut menikah karena pusing memikirkan rezeki. Sebab dalam logika hidup sendiri saja sudah susah, apalagi jika harus menghidupi istri dan anak.

Padahal Allah SWT telah menjanjikan bahwa Ia akan mencukupkan rezeki seseorang yang telah menikah. Terlebih lagi jika telah memiliki anak , maka rezekinya pun akan semakin berlipat ganda. Sebab rezeki bagi sang anak telah dititipkanNya melalui orang tuanya.

Oleh sebab itu, jika Anda adalah seorang ayah yang memiliki anak yang masih kecil, maka bergegaslah dengan semangat dalam menyambut karunia Allah SWT. Pasalnya dalam upaya yang dilakukan tersebut, Allah SWT akan menghitungnya sebagai jihad di jalan-Nya.

2. Memberikan rezeki bagi orang tua yang telah lanjut usia


Sebuah siklus yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang manusia dimulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan lanjut usia. Dan disepanjang siklus tersebut Allah SWT telah menjamin rezeki manusia tersebut. Baik melalui upayanya sendiri maupun melalui orang lain.

Misalnya sewaktu kecil, rezeki seorang anak dititipkan melalui orang tuanya atau keluarga lainnya. Dan sebaliknya saat orang tua telah memasuki usia lanjut, maka  Allah Ta'ala menitipkan rezeki orang tua melalui anak-anaknya.

Oleh sebab itu, jangan pernah berlaku zalim kepada keduanya. Sebab dalam setiap rezeki yang telah Allah SWT berikan ada hak orang tua yang harus diberikan. Sebab merekalah yang telah membesarkan kita hingga bisa memperoleh rezeki sendiir. Sehingga jika melakukan hal ini, maka Rasulullah SAW menjanjikan bahwa hal tersebut terhitung sebagai jihad di jalan Allah SWT.

3. Menjaga diri dari meminta-minta

Kondisi terakhir yang membuat seorang suami mendapatkan pahala jihad adalah menjaga dirinya dari meminta-minta. Termasuk dalam hal ini ia menjaga istri dan anak-anaknya untuk tidak meminta-minta kepada orang lain. Pasalnya makanan terbaik bagi seorang hamba adalah yang halal lagi baik dan diperoleh dari hasil upaya sendiri.

oleh sebab itulah,dalam Islam tidak dianjurkan untuk bersikap bermalas-malasan atau menunjukkan kelemahan. Namun Islam menganjurkan umatnya agar kuat di segala bidang. Sehingga sudah sepantasnya mendapatkan keutamaan bagi seseorang yang berupaya sepenuh hati untuk mencukupi kebutuhan dirinya dengan beragam cara selama itu halal dan diniatkan untuk menggapai ridha Allah SWT. Semoga bermanfaat.[plngunk]


loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: