Mengapa seorang Ibu mampu merawat 10 Anak, dan tidak sebaliknya?


akucintaislami.com - Siapa yang tidak kenal sosok ibu? Tentu seorang anak pasti mengenal betul sosok ibunya masing-masing! Seorang anak pasti akan banyak memanggil nama ibu, dibandingkan seorang ayah. Namun tanpa terkecuali, apabila Ibunya sudah tiada. Sosok ibu, biasanya terkenal dengan kelembutan, keramahan, kehangatan, kebijakan dan lain-lain. Banyak sekali karakter Ibu yang tidak bisa disebutkan masing-masing dengan maknanya, sungguh sosok Ibu bagaikan air dengan udara, yang tidak bisa dipisahkan diantara keduanya sebagai penopang hidup. Sungguh ada banyak hal mengenai sosok Ibu yang tidak terbatas kasih sayangnya.

Kasih dan sayang merupakan simbol yang khusus digunakan pada diri seorang ibu. Kasih seorang ibu dapat diartikan seluruh kekuatan nya mampu diaplikasikan untuk seorang ibu. Dan sayang dari seorang ibu dapat diartikan sebagai kesabaran dan didikan yang hendak diberikan untuk seorang anak, kasih sayang yang tak mudah luntur, mungkin kata-kata ini pantas dikhusus untuk sosok ibu. Kasih sayang yang tak dimiliki oleh semua orang, akan tetapi hanya dimiliki oleh seorang wanita mulia.

Ibu merupakan seorang wanita yang dapat melahirkan keturunan. juga ibu bisa diartikan sebagai pejuang negeri, pengobat luka, pendamping hidup, penyempurna hidup dan banyak lagi rayuan definisi yang diungkapkan oleh masing-masing individu.

Kehebatan definisinya menghantarkan sosok ibu menjadi pribadi yang sangat penting dan diagungkan, sehingga bisa dikatakan tanpa sosok ibu mungkin negeri ini tidak akan makmur, damai, dan jaya.

Kekuatan yang mewakili mempunyai jiwa yang kuat, hingga kekuatannya dapat mengalahkan beratnya benda yang dipikul. Begitu sulit memahami sosok ibu bagaimana bisa seorang ibu menguatkan hatinya dengan berdiam diri. Kekuatan hatinya penuh dengan do’a dan irama bahagia.

Ada satu kisah di zaman nabi yang mencontohkan sesosok ibu yang rela berkorban seperti dikisahkan oleh, Siti Hajar menggendong anaknya yang masih menyusui erat-erat sambil berjalan cepat mengikuti Nabi Ibrahim yang membawa mereka ke satu tempat yang belum sepenuhnya dimengerti oleh sang ibu.

Dan, Ibrahim kemudian meninggalkan keduanya di tempat itu, di sisi ka’bah, di sekitar padang pasir yang luas, di kelilingi bukit-bukti batu yang keras. Tidak ada seorang pun yang tinggal di sekitarnya. Tiada air dan tiada pula orang yg menemaninya selain Ismail as yang selalu didekapnya.

Ada satu hal ketika seorang yang menganggap ibunya tidak berarti dalam hidupnya, maka sosok ibu akan berarti tatkala ia meninggalkan segala kasih sayang yang sudah diberikan pada anaknya.
Tidak banyak sebenarnya sesuatu yang di minta oleh sosok ibu, tentu para ibu menginginkan seorang anak yang dapat menjadi penolong hidupnya diakhir kelak.

Seperti sabda Rasulullah yang menunjukkan keadaan seorang ibu dalam mengerjakan tugasnya bagaikan air mengalir.

“Sesungguhnya perumpamaan orang yang melakukan amal-amal buruk (dosa) kemudian mengerjakan amal-amal baik (saleh), bagaikan seorang yang memakai perisai perang sempit sehingga membuatnya terimpit. Ketika dia mengerjakan satu amal baik, maka perisai itu terasa agak longgar sedikit. Selanjutnya ketika dia mengerjakan satu amal baik lainnya, maka perisai tersebut terasa semakin longgar, hingga orang itu meninggal dunia.” (HR Ahmad dari Uqbah bin Amir).

Namun ada sebagian yang menganggap bahwa ibu itu comel, banyak maunya, pemarah, tegas, ngatur-ngatur. Semua itu bukanlah karena sosok ibu yang banyak tingkah laku, namun itu semua mewakili kebijaksanaannya. Dan kebijaksanaan yang demikianlah yang mampu membangun seorang anak menjadi seorang manusia yang berbudi.

Perlu diketahui, banyak suatu keadaan yang sulit dipahami dari seorang ibu. Hal ketika bagaimana seorang ibu sedang dalam keadaan gelisah, memikirkan biaya anaknya, lapar, dan lelah, semua yang ditampakkan oleh seorang Ibu tidak sesuai apa yang sedang di rasakannya.

Kesabaran yang mudah ditampakkan tidak mejadi kesulitan bagi seorang ibu. Susah payah seorang Ibu dalam mengurusi anaknya mulai dari kandungan sampai dewasa bahkan sampai seorang anak dipisahkan dengan raga seorang ibu. Sesungguhnya Allah cinta kepada seseorang yang sabar, sebagaimana Firman-Nya.

“Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96)

Seorang anak sering tak banyak tahu mengenai keadaan ibunya baik ketika sakit, lapar, dan kelelahan, sulitnya anak mengenal sosok ibu membuat anak akan jauh dari sosok ibu. Ada banyak hal yang mesti dilakukan seorang anak untuk meraih kasih sayang ibu dengan mencium pipi menyuapi ibu dengan kelembutan, menyalami ibu dengan penuh hormat, dan juga mengikuti apa yang diperintahkan oleh seorang ibu, maka kekuatan dan kasih sayang ibu tidak akan terbatas.[infbrtnew]

Nah, bagaimana dengan Anda yang masih punya ibu?
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: