Mengapa Kita Mengelilingi Ka'bah ?


akucintaislami.com -  Mekkah merupakan kota suci yang bersejarah bagi umat Islam. Disana terdapat baitullah yang setiap tahunnya dipenuhi umat muslim dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Salah satu rukun haji dan umrah adalah melaksanakan thawaf, yaitu kegiatan mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali. Bagi umat muslim hal ini bukan sesuatu yang aneh. Namun tidak bagi orang-orang non muslim.  Mereka beranggapan bahwa umat Islam menyembah ka'bah. Pasalnya ka'bah merupakan suatu bangunan yang berbentuk kubus dan terletak di tengah masjidil haram. Sehingga mereka pun bertanya mengapa kita mengelilingi ka'bah ? Dan inilah penjelasannya.

Sebenarnya ka'bah adalah kiblat. Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 144 bahwa, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Dimana dalam bahasa Arab, arah berarti kiblat. Sehingga ka'bah hanya berfungsi sebagai arah. Hal ini bisa dipahami dengan mudah. Ketika umat muslim melaksanakan salat dari berbagai penjuru dunia, ada yang menghadap utara, timur, selatan dan barat, namun sesungguhnya mereka hanya menghadap ke satu arah yaitu ka'bah yang merupakan kiblat umat Islam. Dengan demikian tidak ada seorang pun muslim yang pernah menyembah Ka'bah.

Kemudian ketika melaksanakan ibadah haji dan umrah, maka kita diwajibkan untuk melaksanakan thawaf yaitu mengelilingi ka'bah. Lantas mengapa kita mengelilingi ka'bah ? Jawabannya adalah karena Allah SWT dan mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun ketika diberikan pertanyaan "apa alasan logisnya?" maka kita bisa menjawabnya sebagai orang yang berakal. Meski tidak disebutkan dalam Alquran dan hadits, jawaban yang bisa diberikan adalah ketika mengelilingi ka'bah secara otomatis gerakanya seperti sebuah lingkaran. Setiap lingkaran hanya memiliki satu titik tengah, sehingga dengan berjalan mengelilingi ka'bah adalah untuk membuktikan bahwa tuhan hanya ada satu.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan dari hasil studi yang dilakukan oleh Dr. Husain dan rekan-rekannya bahwa bila ditilik dari sudut geografis dan geologis, terbukti bahwa Mekkah merupakan pusat bumi lebih tepatnya di ka'bah. Pasalnya Mekkah berada dititik lintang yang persis lurus dengan titik magnetik di kutub utara. Dan kondisi ini tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya di dunia bahkan kota Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol juga tidak memiliki kondisi ini.

Bahkan konon katanya Greenwich Mean Time menjadi sesuatu yang diipaksakan untuk dianggap sebaga meridian nol di masa penjajahan Inggris. Sementara jika penemuan ilmiah ini yang menyatakan bahwa Mekka merupakan pusat bumi diterapkan, maka akan mudah untuk mengetahui waktu salat dan mengakhiri kontroversi lama tentang rujukan waktu dunia.

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: