Kunci Menikah Ada Pada Niat, Bukan Hanya Sekedar Semangat Dan Sepakat


akucintaislami.com - Menikah adalah moment bahagia yang memang ditunggu-tunggu oleh seseorang yang masih belum bertemu dengan jodoh. Tetapi ada yang juga pasangan yang sudah menikah namun kandas ditengah jalan, sebab keduanya sudah tak ada kecocokan karena niat dari awal mungkin memang sudah salah.

Dalam menunaikan ingin untuk menikah niat memang sangat berpengaruh, maka dari itu sebelum mengambil langkah untuk membulatkan niat menkahi seseorang kita harus berani bertanya pada diri sendiri. Jika memang rencana untuk menikah karena Allah, syukur alhamdulillah.

Sebab, pernikahan yang diniati memang karena Allah insyaallah langgeng sampai maut memisahkan. Karena saat kita mengambil langkah demi agama Allah, maka Allah pula akan sigap menjaga niat yang sudah ditunaikan dalam akad pernikahan.

Karena kunci menikah ini memang tergantung pada niat, bukan hanya sekedar semangat dan sepakat. Saat sudah berniat karena Allah, hati akan terasa lebih tenang dan timbul rasa tanggung jawab yang besar. Maka dalam melaluinyapun akan selalu dengan hati-hati agar sakinah mawaddah warahmah tetap terasa sampai akhir hayat. Tapi terkadang seseorang menyeru saat ingin memulai suatu pernikahan, karena dirasa sangat sulit dan menyusahkan. Apalagi jika disangkut pautkan dengan pekerjaan, karena dari mempelai wanita kadang getir saat pasangan anak perempuannya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, ia khawatir bagaimana kehidupan anaknya kelak. Padahal jika memang niatnya karena Allah, maka akan dimudahkan sampai akhir hayat. Jangan khawatir akan rezeki, karena jika keduanya sudah benar-benar ikhlas 
menghamba untuk menyempurnakan agamanya karena Allah, maka Allah akan menjamin rezeki keduanya.
Maka menikahlah dengan dasar ibadah, bukan hanya sekedar ikut-ikutan karena melihat teman-teman sudah pada menikah. Tapi mungkin hal ini jarang terjadi, tetapi ada baiknya kita mengingatkan bahwa jangan sampai menikah karena hanya semarak teman-teman sudah banyak yang menikah.

Karena jika sampai demikian, dipastikan pernikahan yang dijalin tidak akan sempurna, sebab niatnya diawal memang sudah salah. Karena sebelum memulai pernikahan niatnya memang sudah asal-asalan, jadi melaluinyapun akan asal-asalan karena tidak mempunyai komitment yang jelas. Apalagi hanya karena sakit hati, sebab mantan sudah menikah lebih dulu dari pada kita. Jangan ya, karena menikah ini bukan suatu permainan yang bisa dicoba-coba, bila cocok lanjut dan bila tidak cocok berhenti. Menikahlah dengan tujuan dan niat yang pasti, karena bukan hanya shalat saja yang harus diniati agar sah. Sebab, menikah juga butuh yang namanya niat agar kedepannya bisa selalu bahagia dan tetap terlimpahkan oleh rahmat Allah Ta’ala. Karena menikah itu bukan hanya sekedar siapa yang cepat ia dapat, tapi menikahlah diwaktu yang tepat. Jika masih dirasa belum siap untuk memikul tanggung jawab jangan mengambil langkah dengan resiko yang tinggi. Menikah ini membutuhkan bekal yang matang, apakah itu?

Yaitu ilmu, karena dengan bekal ilmu suami istri akan senantiasa memahami tugasnya masing-masing dalam membangun sebuah hubungan yang sudah ia sepakati dalam akat.  Maka menikahlah dengan orang yang memang sudah kamu yakini bahwa dengannya syurga Allah akan menjadi dekat. Pilihlah ia yang agamanya baik, berilmu dan berakhlaq mulia, sebab hak dan tanggung jawab akan tertunaikan sempurna jika ia mempunyai relasi kepada Allah dengan ketaqwaannya, memiliki ilmu yang cukup dan akhlaq yang baik.

Sumber: humairoh.com
loading...
Loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates: